Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Wings Air Didekati, Bandara Maratua Diupayakan Layani Rute Berau–Samarinda

×

Wings Air Didekati, Bandara Maratua Diupayakan Layani Rute Berau–Samarinda

Sebarkan artikel ini

“Yang penting perubahan rute disetujui, baru penyesuaian harga tiketnya. Rate harganya belum tahu, nanti dikaji juga,” jelas Patah Atabri

Example 300x600

Tanjung Redeb – Upaya membuka akses penerbangan menuju Kepulauan Maratua terus dilakukan. Bandara Maratua kini diupayakan menjadi titik singgah dalam rute penerbangan Berau–Samarinda, sehingga akses udara ke destinasi wisata unggulan Berau dapat diperluas.

Kepala Kantor BLU Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau Berau, Patah Atabri, mengatakan pihaknya tengah melakukan komunikasi dan negosiasi dengan Wings Air agar rute Berau–Samarinda dapat dikembangkan menjadi Berau–Maratua–Samarinda.

Menurut Patah, skema tersebut membuka peluang bagi penumpang dari dua wilayah untuk mengakses Maratua. Tidak hanya masyarakat atau wisatawan dari Berau, penumpang dari Samarinda juga dapat memiliki pilihan perjalanan langsung menuju Maratua melalui rute yang sama.

“Jadi akses untuk ke Bandara Maratua bisa dari Berau dan bisa dari Samarinda. Ini masih proses lobi-lobi, memohon kepada maskapai untuk perubahan rute ini,” ucapnya.

Patah menjelaskan, usulan tersebut memanfaatkan penerbangan Berau–Samarinda yang selama ini telah beroperasi setiap hari. Apabila disetujui, Bandara Maratua berpeluang memperoleh konektivitas penerbangan secara rutin tanpa harus membuka penerbangan khusus baru.

Skema ini sekaligus diharapkan dapat menjawab persoalan okupansi atau tingkat keterisian penumpang yang selama ini menjadi salah satu tantangan penerbangan menuju Maratua.

Dengan menggabungkan potensi penumpang dari Berau dan Samarinda, tingkat keterisian pesawat diharapkan lebih terjaga sehingga operasional penerbangan menuju Maratua menjadi lebih layak.

“Kalau rute Berau–Samarinda kan setiap hari, berarti kalau ada penumpang bisa ke Maratua setiap hari juga,” ujarnya.

Meski demikian, Patah menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum mendapat persetujuan akhir dari maskapai. Selain perubahan rute, persoalan tarif juga nantinya akan menjadi bagian dari kajian.

Harga tiket penerbangan Berau–Maratua sebelumnya dinilai cukup tinggi sehingga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat menggunakan penerbangan menuju kawasan tersebut.

Apabila perubahan rute disetujui, pihak maskapai akan melakukan pengkajian kembali terhadap tarif. Hingga kini belum ada angka pasti mengenai harga tiket untuk rute baru tersebut.

“Yang penting perubahan rute disetujui, baru penyesuaian harga tiketnya. Rate harganya belum tahu, nanti dikaji juga,” jelas Patah.

Ia berharap rencana tersebut dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali Bandara Maratua sekaligus memperkuat konektivitas udara menuju kawasan wisata unggulan Berau.

Dengan terbukanya akses dari Berau maupun Samarinda, pasar wisatawan yang dapat menjangkau Maratua diharapkan semakin luas. Kemudahan transportasi udara juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Tujuannya Bandara Maratua segera hidup kembali. Jadi Berau semakin terbuka wisatanya, akses ke Maratua bisa dari Berau dan bisa dari Samarinda,” pungkasnya.

Jika terealisasi, rute Berau–Maratua–Samarinda tidak hanya menjadi alternatif transportasi, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas pariwisata Berau dan membuka akses yang lebih luas menuju Kepulauan Maratua (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *