Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Krisis Keuangan PT IPB Memuncak: Pendapatan Tak Cukup Beli BBM, FLKS Berau Desak Audit Total!

×

Krisis Keuangan PT IPB Memuncak: Pendapatan Tak Cukup Beli BBM, FLKS Berau Desak Audit Total!

Sebarkan artikel ini

Tanjung Redeb – Kondisi keuangan Perusahaan Daerah (Perusda) PT Indo Pusaka Berau (IPB) berada di ambang lampu merah.

Example 300x600

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dinilai tengah menghadapi tekanan finansial yang sangat serius akibat rentetan kerugian membengkak dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Forum Lintas Kontraktor Dan Supplier (FLKS) Berau, Mahmud Suyuti, membongkar rapor merah kinerja keuangan IPB.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber resmi, akumulasi rugi bersih perusahaan sepanjang periode 2023 hingga 2025 melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp 133,88 miliar.

Bahkan, pada tahun 2025 saja, perusahaan harus menanggung rugi bersih mencapai Rp 64,55 miliar.

Anomali paling mencolok terlihat pada ketimpangan antara pendapatan operasional dengan beban biaya pokok.

Sepanjang periode tersebut, beban bahan bakar dan minyak pelumas membengkak hingga Rp 116,70 miliar.

Angka ini berbanding terbalik dengan pendapatan usaha IPB yang hanya meraup Rp 113,82 miliar.

“Artinya, pendapatan usaha bahkan belum mampu menutup biaya bahan bakar dan minyak pelumas. Ini adalah preseden buruk dalam tata kelola manajemen perusda,” tegas Mahmud Suyuti.

Investasi Pemkab Berau Tergerus Hampir Separuh

Dampak dari keterpurukan ini menggerus ekuitas perusahaan secara signifikan hingga menyisa Rp 87,9 miliar.

Kondisi ini berimbas langsung pada nilai investasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di PT IPB.

Tercatat, nilai investasi daerah terjun bebas menjadi Rp 43,09 miliar—merosot tajam hingga 45,93 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penurunan drastis ini dinilai sangat merugikan daerah mengingat dana investasi tersebut bersumber dari keuangan publik.

Melihat bobroknya tata kelola dan besarnya potensi kerugian negara/daerah, Mahmud mendesak aparat penegak hukum dan pihak berwenang untuk tidak tinggal diam.

Ia meminta tindakan tegas berupa investigasi mendalam terhadap jajaran direksi dan manajemen.

“Kami meminta pihak berwenang untuk berani melakukan audit total terhadap kinerja manajemen PT Indo Pusaka Berau. Jangan ada yang ditutup-tutupi, usut tuntas ke mana mengalirnya dana dan apa penyebab utama dari kehancuran finansial ini,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *