Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Pemkab Berau Manfaatkan Musim Kemarau Untuk Bersihkan Gorong-gorong

×

Pemkab Berau Manfaatkan Musim Kemarau Untuk Bersihkan Gorong-gorong

Sebarkan artikel ini

“Sedimen yang kering itu kalau ada air, susah kita memantau setinggi apa. Kalau sekarang kan kelihatan,” ujar Gamalis

Example 300x600

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memanfaatkan musim kemarau untuk mengantisipasi sedimentasi dan penyumbatan gorong-gorong yang berpotensi memicu persoalan saat musim hujan tiba.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan musim kemarau menjadi momentum yang tepat untuk memantau sekaligus membersihkan saluran air dan gorong-gorong. Saat debit air rendah, kondisi sedimentasi lebih mudah terlihat sehingga penanganan dapat dilakukan secara maksimal.

“Sedimen yang kering itu kalau ada air, susah kita memantau setinggi apa. Kalau sekarang kan kelihatan,” ujar Gamalis.

Menurutnya, persoalan sedimentasi perlu mendapat perhatian, terlebih sejumlah wilayah Berau sempat terdampak kebakaran yang menyebabkan lahan menjadi gundul. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan material permukaan yang terbawa aliran air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kalau kegundulan lahan akibat kebakaran, ketika hujan turun, serapan tidak ada. Sedimen itu akan turun ke sini,” jelasnya.

Gamalis mengatakan kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini, terutama pada jalur lintasan air dan gorong-gorong. Saluran yang mengalami penumpukan material diminta segera dibersihkan sebelum memasuki musim penghujan.

“Kalau terjadi sesuatu, kita harapkan gorong-gorong sebagai lintasan itu sudah bersih, tidak mampat. Jangan sampai menimbulkan masalah baru. Kalau mampat, kemudian terjadi banjir, masalah kita kembali lagi,” katanya.

Untuk penanganannya, Pemkab Berau akan melakukan koordinasi dan pembagian tugas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“Sekarang tinggal mengarahkan DLHK, selanjutnya DPUPR itu yang akan kita lihat,” ujarnya.

Gamalis menegaskan, pembersihan saluran air tidak seharusnya menunggu musim hujan. Justru, kondisi kemarau perlu dimanfaatkan karena saluran relatif kosong sehingga proses pembersihan dapat dilakukan lebih mudah.

“Musim kemarau ini kesempatan kita bersih-bersih gorong-gorong. Karena kosong,” tegasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penyumbatan saluran air dan meminimalkan potensi banjir ketika curah hujan kembali meningkat di Kabupaten Berau (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *