
Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pasar internasional.
Peningkatan kualitas produk, standar kemasan (packaging), serta inovasi sesuai selera konsumen global menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor tersebut.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa keberhasilan sejumlah produk olahan lokal menembus pasar luar negeri harus menjadi motivasi sekaligus tolok ukur bagi pelaku UMKM lainnya di Bumi Batiwakkal.
Dua produk unggulan daerah, yakni Madu King Borneo dan Cokelat Kulanta, menjadi contoh keberhasilan produk lokal yang mampu bersaing di pasar internasional. Bahkan, produk olahan kakao dan cokelat khas Berau telah berhasil menembus pasar ekspor hingga Prancis.
Menurut Sri Juniarsih, pencapaian tersebut membuktikan bahwa potensi sumber daya alam dan kreativitas masyarakat Berau memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global, selama dikelola secara profesional dan memenuhi standar ekspor.
“Produk seperti Madu King Borneo dan Cokelat Kulanta menunjukkan bahwa hasil usaha masyarakat Berau punya peluang besar untuk dikenal luas di tingkat global. Pembenahan menyeluruh mulai dari proses produksi, konsistensi kualitas, hingga nilai estetika kemasan sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen luar negeri,” ujar Sri Juniarsih.
Selain membidik pasar ekspor, Bupati juga mendorong agar pengembangan UMKM terintegrasi dengan sektor pariwisata Berau yang terus berkembang.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi bahari dan budaya harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas pemasaran produk kerajinan maupun kuliner olahan lokal.
Produk UMKM diharapkan tidak hanya menjadi komoditas ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi identitas dan oleh-oleh khas yang memperkuat daya tarik pariwisata Berau.
Untuk mempercepat pengembangan tersebut, Pemkab Berau mendorong kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan investor, perbankan, serta mitra pemasaran digital.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat akses permodalan, memperluas jaringan pemasaran, serta menjaga konsistensi kualitas produk.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Berau optimistis produk-produk lokal Bumi Batiwakkal semakin mampu bersaing, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga sejajar dengan produk dari berbagai negara di pasar internasional (*).
















