Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Sampah Berau Capai 150 Ton Per Hari, Gamalis Dorong Warga Ubah Limbah Jadi Sumber Ekonomi

×

Sampah Berau Capai 150 Ton Per Hari, Gamalis Dorong Warga Ubah Limbah Jadi Sumber Ekonomi

Sebarkan artikel ini

TANJUNG REDEB – Persoalan sampah di Kabupaten Berau semakin membutuhkan perhatian serius. Dengan produksi mencapai 54.568,41 ton per tahun atau sekitar 150 ton setiap hari, Pemerintah Kabupaten Berau mulai mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi mengolah dan menghasilkan nilai ekonomi.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, dalam talkshow bertajuk “Sampah Bernilai, Wisata Lestari” yang digelar di Story Mount Cafe Resto, Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan 73 Tahun Berau dalam Gambar tersebut menjadi ruang diskusi untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Gamalis menegaskan, produksi sampah yang mencapai sekitar 150 ton per hari bukan sekadar angka statistik. Kondisi tersebut menjadi peringatan serius terhadap kemampuan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga yang memiliki luas sekitar 11,5 hektare.

Jika pola pengelolaan konvensional berupa ambil, angkut, dan buang terus dipertahankan, beban TPA dikhawatirkan semakin berat dan berpotensi mengalami kelebihan kapasitas.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah melalui penyediaan armada pengangkut maupun fasilitas pembuangan. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Gamalis juga mencontohkan keberhasilan Bank Sampah Mapan di Kelurahan Karang Ambun sebagai bukti bahwa sampah rumah tangga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Melalui pemilahan dan pengolahan, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi produk bernilai jual maupun memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Potensi tersebut dinilai semakin penting untuk dikembangkan, terutama di kawasan pariwisata pesisir dan kepulauan Berau seperti Maratua hingga Bidukbiduk.

Di kawasan wisata tersebut, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis dan tingginya biaya logistik pengangkutan. Karena itu, pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang dinilai menjadi langkah yang lebih efektif.

Pemerintah Kabupaten Berau berharap penguatan edukasi pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari rumah tangga, lingkungan permukiman, hingga kawasan usaha dan destinasi wisata.

Gamalis ingin masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai beban yang harus segera dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan perubahan pola pikir tersebut, pengelolaan sampah di Bumi Batiwakkal diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga daya tarik wisata Berau agar tetap bersih, nyaman, dan lestari (*).

Example 300250
Editor: Redaksi PB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *