“Kami (DLHK) meminta maaf kepada rekan-rekan petugas kebersihan dan pertamanan. Kemarin, dalam proses penggajian, kami harus berdiskusi panjang dengan BPKAD untuk memastikan bahwa pembayaran ini sah secara hukum. Ada perbedaan persepsi antara DLHK dan BPKAD, namun akhirnya sudah menemukan titik temu,” ujar Mustakim Suharjana
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Alhamdulillah, akhirnya pembayaran gaji tenaga swakelola dapat dilaksanakan, setelah melalui diskusi panjang dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau yang menyebabkan keterlambatan pembayaran bagi tenaga swakelola, dimana proses penggajian para tenaga swakelola masih menggunakan anggaran swakelola.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana, menjelaskan penyamaan persepsi terkait skema pembayaran tersebut untuk mendapatkan kepastian hukum agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.
“Kami (DLHK) meminta maaf kepada rekan-rekan petugas kebersihan dan pertamanan. Kemarin, dalam proses penggajian, kami harus berdiskusi panjang dengan BPKAD untuk memastikan bahwa pembayaran ini sah secara hukum. Ada perbedaan persepsi antara DLHK dan BPKAD, namun akhirnya sudah menemukan titik temu,” ujar Mustakim Suharjana Senin (24/3/2025).
Dijelaskan, bahwa saat ini jumlah petugas kebersihan dan pertamanan di lingkungan DLHK Berau mencapai 432 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 orang telah lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), 44 orang masih berstatus tenaga swakelola, dan sisanya merupakan tenaga paruh waktu.
Adapun tenaga kerja yang sudah lulus PPPK dan tenaga paruh waktu, pembayaran gaji tidak mengalami kendala meski sempat mengalami keterlambatan akibat proses administrasi.
Mustakim juga menyampaikan bahwa sebanyak 44 tenaga kerja, termasuk 10 orang yang bertugas di Maratua, tetap dapat diakomodir melalui skema penggajian menggunakan anggaran pengadaan barang dan jasa.
“Saya berharap para petugas terus semangat dalam bekerja, peran bapak ibu sangat penting dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di Kabupaten Berau,” pungkasnya (*).
















