“Peningkatan SDM ini variabel penting dalam pembangunan daerah. Dan ini juga merupakan salah satu misi kami dalam 5 tahun kedepan yakni mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berakhlak dan berbudaya melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” kata Bupati Hj. Sri Juniarsih Mas
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB (Berau) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen meningkatkan pembangunan dan menjadikan skala prioritas dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap sektor pendidikan dan kesehatan.
Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas mengatakan, bahwa hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Pusat, yang mana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam alokasi anggaran tahun 2025.
“Peningkatan SDM ini variabel penting dalam pembangunan daerah. Dan ini juga merupakan salah satu misi kami dalam 5 tahun kedepan yakni mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berakhlak dan berbudaya melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” kata Bupati Hj. Sri Juniarsih Mas.
Bupati berharap, tidak ada lagi gedung-gedung sekolah yang keadaannya memprihatinkan.
“Artinya, sudah harus ada progres-progres dalam memperhatikan dan memperbaiki gedung sekolah yang tidak layak untuk digunakan di Kabupaten Berau,” tegasnya.
Gedung sekolah yang memadai menjadi perhatian Pemkab Berau agar guru dan siswa/siswi dapat melakukan proses belajar mengajar dengan nyaman, baik sekolah di perkotaan maupun di pedesaan.
“Untuk menjadi SDM berkualitas, hal ini sangat dibutuhkan oleh generasi kita dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dirinya pun mendorong pengembangan SDM dengan berupaya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, infrastruktur menjadi penunjang kebutuhan masyarakat baik pada sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, perkebunan, pertanian dan sebagainya.
“Dengan adanya infrastruktur yang baik maka akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya (*).
















