“Tidak ada daerah wisata yang kotor, penuh sampah, dan tidak terawat. Lingkungan yang bersih dan indah adalah prasyarat mutlak untuk menarik wisatawan. Maka ini bukan hanya tugas petugas kebersihan, tapi tugas kita semua,” tegas Hj. Sri Juniarsih Mas
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas kembali menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan, terutama di kawasan wisata tepian sungai yang menjadi ikon baru Kabupaten Berau.
Dalam arahannya saat kegiatan bersih-bersih lingkungan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, yang digelar Jumat pagi (11/7/2025). Ia menyampaikan bahwa Berau tengah memasuki fase transisi penting dari ketergantungan pada sumber daya alam tambang ke pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
“Tidak ada daerah wisata yang kotor, penuh sampah, dan tidak terawat. Lingkungan yang bersih dan indah adalah prasyarat mutlak untuk menarik wisatawan. Maka ini bukan hanya tugas petugas kebersihan, tapi tugas kita semua,” tegas Hj. Sri Juniarsih Mas.
Ia pun mengajak seluruh elemen, dari RT hingga OPD, untuk menjadikan kepedulian terhadap kebersihan sebagai bagian dari budaya masyarakat. Salah satu hal yang disoroti adalah pentingnya memilah sampah dari rumah.
Ia mendorong warga untuk memiliki dua tempat sampah, satu untuk bahan organik, dan satu lagi untuk sampah plastik atau non-organik.
Bupati juga mengungkapkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa timbunan sampah di Berau pada 2024 mencapai 54.568 ton. Namun, hanya 67,67 persen yang berhasil terkelola, sisanya menjadi beban lingkungan yang harus segera diatasi.
“TPA kita sudah melebihi kapasitas. Maka dari itu, saya minta semua pihak mulai menerapkan lubang biopori di rumah masing-masing, manfaatkan sampah organik sebagai pupuk,” ucapnya (*).
















