Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Dinkes Berau Terus Optimalkan Program Demi Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

×

Dinkes Berau Terus Optimalkan Program Demi Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Lamlay Sarie

 

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menjelaskan, bahwa pihaknya aktif dalam melakukan monitoring dan evaluasi program gizi ibu dan anak, serta sosialisasi tentang pengolahan makanan lokal yang sehat

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Berau, baik melalui program-program kesehatan, sosialisasi, maupun kegiatan pelayanan kesehatan yang terpadu.

Berbagai program yang dimiliki Dinkes Berau bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, seperti program gizi, skrining, kesehatan dan layanan kesehatan keliling.

Selain itu, Dinkes Berau juga aktif dalam penyusunan rencana strategis (RENSTRA) untuk pembangunan kesehatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menjelaskan, bahwa pihaknya aktif dalam melakukan monitoring dan evaluasi program gizi ibu dan anak, serta sosialisasi tentang pengolahan makanan lokal yang sehat.

Dinkes Berau juga mengadakan skrining kesehatan gratis bagi masyarakat, terutama untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

“Skrining ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka, terutama bagi mereka yang mungkin belum menyadari adanya masalah kesehatan,” jelas Lamlay, Kamis (12/6/2025).

Selain itu, Dinkes Berau juga menyediakan layanan mobil klinik keliling untuk menjangkau daerah terpencil dan pesisir yang sulit diakses.

“Layanan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, Dinkes Berau juga memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat, seperti pola makan bergizi, aktivitas fisik, dan pengendalian konsumsi rokok dan gula.

“Kami juga fokus berupaya melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular, melalui bimtek terpadu dan kerja sama dengan puskesmas,” terangnya.

Secara berkala, pihaknya melakukan penyusunan rencana strategis (Renstra) untuk menentukan arah pembangunan kesehatan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan Diskes Berau seperti melakukan monev program-program kesehatan, meliputi program gizi ibu dan anak, sosialisasi, Bimtek dan pelayanan kesehatan.

Lamlay mengungkapkan, bahwa belum lama ini, pihaknya melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Gizi Kesehatan Ibu dan Anak serta Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal bagi Balita dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) Tahun 2025.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program gizi di tingkat puskesmas, sekaligus mengidentifikasi hambatan dan permasalahan yang dihadapi tim gizi kesehatan ibu dan anak, terutama tim inti seperti kepala puskesmas, petugas gizi, dan bidan koordinator,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui monev ini, pihaknya dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program gizi di lapangan.

Diketahui, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, angka stunting balita di Kabupaten Berau mencapai 23,0 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa stunting masih menjadi masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Lamlay juga menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader sangat diperlukan agar pelayanan dapat dilakukan secara profesional sesuai standar Kementerian Kesehatan.

“Kita harus memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, karena merekalah generasi penerus yang akan memimpin dan memajukan daerah ini ke depan,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *