Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

DLHK Berau Gaungkan Sekolah Adiwiyata Di MAN Berau

×

DLHK Berau Gaungkan Sekolah Adiwiyata Di MAN Berau

Sebarkan artikel ini

“Permasalahan utama lingkungan adalah sampah. Sehingga informasi tentang sampah ini perlu disampaikan sejak dini, yaitu melalui sekolah. Karena itulah digalakkan program Sekolah Adiwiyata” ungkap Ida Ayu

| Editor :  Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan upacara hari Senin, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan MAN Berau. Pada kesempatan kali ini, MAN Berau mengundang DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) untuk menyampaikan materi tentang lingkungan hidup dan Sekolah Adiwiyata pada saat apel, di Lapangan Olahraga MAN Berau, Senin (03/02) lalu.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Ida Ayu menyampaikan bahwa Sekolah Adiwiyata itu terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup. Artinya sekolah yang peduli lingkungan hidup dan berbudaya lingkungan.

“Permasalahan utama lingkungan adalah sampah. Sehingga informasi tentang sampah ini perlu disampaikan sejak dini, yaitu melalui sekolah. Karena itulah digalakkan program Sekolah Adiwiyata” ungkap Ida Ayu.

Ida Ayu menjelaskan, seperti dalam program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, kita tidak boleh buang sampah sembarangan. Jadi untuk di sekolah, memang ada program yang tidak menyediakan tempat sampah yang terlalu banyak. Karena diajarkan ke anak sekolah, ketika dia membawa barang dan wadah “food place”, maka harus dibawa pulang kembali. Kenapa penanganan sampah yang utama dilakukan, karena tidak boleh ada penimbunan sampah dalam jumlah besar.

“Jadi mulailah dari diri sendiri, ketika melihat ada sampah satu disimpanlah di dalam tas. Atau bawa sesuatu yang bisa untuk menyimpan sampah. Juga kami memperkenalkan dari DLHK menggunakan bahan untuk makan dan minum yang bukan sekali pakai, yang ramah lingkungan. Contohnya yang lagi ngetrend yaitu menggunakan Tupperware. Atau bisa juga menggunakan bahan kertas yang mudah hancur. Intinya adalah kita mengurangi sampah non organik yang tidak mudah terurai. Salah satunya seperti plastik. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita bebas dari sampah,” jelas Ida Ayu.

Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan program baru dari DLHK yaitu “Langit Biru” atau “Blue Sky”. Program tersebut terkait dengan pengendalian pencemaran udara. Salah satu penyumbang pencemaran udara terbesar adalah asap kendaraan bermotor, sekitar 60%. Untuk itu, DLHK akan mensosialisasikan salah satu program sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan yaitu, dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Salah satunya adalah bersepeda. Selanjutnya ada juga program “Car Free Day” yaitu program hari tanpa asap.

Program Sekolah Adiwiyata dilakukan untuk mengubah perilaku warga sekolah menjadi peduli lingkungan dan berbudaya lingkungan. Program ini juga bertujuan untuk melestarikan lingkungan hidup dan mengurangi dampak lingkungan di sekolah.

Program Sekolah Adiwiyata merupakan inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sekolah Adiwiyata dapat berbentuk sekolah tingkat dasar, menengah pertama, atau menengah atas dan sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta yang telah terakreditasi (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *