“Untuk jenis tanaman yang sudah kami tanam yaitu pohon lamtoro, petai, kelapa, jeruk serta jenis pohon kayu putih sama johar” jelas Andi Ristiyono
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB (Berau) – Secara bertahap, Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau melalui UPTD TPAS Bujangga melakukan giat penanaman pohon di z0na pasif lokasi eks timbunan sampah di TPA Bujangga, tujuan kegiatan ini sebagai upaya untuk memfilter bau sampah dan kebisingan serta memperbaiki kualitas udara di lokasi TPA Bujangga dan lingkungan sekitar.
Hari ini Senin (28/4/2025), berlanjut dengan kegiatan penambahan zat kimia jenis tawas ke kolam lindi, yang fungsinya untuk mengurangi kekeruhan air lindi, dimana tawas berfungsi sebagai koagulan yang akan mengendapkan partikel yang membentuk gumpalan atau endapan, sehingga air lindi menjadi lebih jernih.
Kepala UPTD TPAS, Andi Ristiyono menjelaskan pada bulan ini (April), untuk kegiatan penanaman pohon, ada beberapa jenis tanaman yang telah ditanam di lokasi, dan kegiatan penanaman ini akan bertahap dilaksanakan sesuai dengan target yang sudah ditentukan.
“Untuk jenis tanaman yang sudah kami tanam yaitu pohon lamtoro, petai, kelapa, jeruk serta jenis pohon kayu putih sama johar” jelas Andi Ristiyono.
Jadi tinggal dilakukan pemantauan dan pemeliharaan serta penyulaman jika ada tanaman yang mati, dengan target pemantauan dan pemeliharaan dilakukan rutin tiap pekan.
Sedangkan kegiatan penambahan zat kimia tawas ke kolam lindi, seperti diketahui lindi terbentuk ketika air hujan atau cairan lainnya meresap melalui tumpukan sampah, membawa serta berbagai kontaminan dan polutan.
Kolam lindi ini berfungsi untuk mencegah lindi berbahaya yang meresap ke dalam tanah dan mencemari lingkungan sekitar.
DLHK Berau melalui UPTD TPAS menggunakan alat berat jenis Excavator untuk tebar tawas ke kolam lindi dan sebagai pengaduk tawas agar cepat larut ke dalam air.
“Penggunaan alat berat ini karena kolam lindi yang ada di TPA Bujangga tidak dilengkapi dengan alat pengaduk dan pintu air serta tidak adanya alat pengukur debit air” pungkas Andi Ristiyono (*).
















