Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

DLHK Gaet Komunitas Libatkan Operasional Kapal Sampah

×

DLHK Gaet Komunitas Libatkan Operasional Kapal Sampah

Sebarkan artikel ini

“Sebenarnya banyak komunitas yang cinta lingkungan. Tapi sebagai langkah awal kami libatkan Mapala UMB dulu. Selanjutnya kami tawarkan ke NGO lain. Bahan bakar untuk kapalnya nanti di-support dari DLHK,” kata Mustakim

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Kepala DLHK, Mustakim Suharjana, menjelaskan sungai di wilayah perkotaan cukup luas dan mustahil dijaga hanya oleh tenaga dari DLHK. Karena itu, ke depan kerja sama akan diperluas ke komunitas lingkungan lain.

Langkah ini untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, setelah sejumlah personel DLHK dialihkan ke formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di OPD lain

“Sebenarnya banyak komunitas yang cinta lingkungan. Tapi sebagai langkah awal kami libatkan Mapala UMB dulu. Selanjutnya kami tawarkan ke NGO lain. Bahan bakar untuk kapalnya nanti di-support dari DLHK,” kata Mustakim.

Selain komunitas, DLHK juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan yang memiliki perhatian terhadap kebersihan lingkungan.

Terkait operasional kapal, dirinya menjelaskan, kapal hanya bisa digunakan saat kondisi air sungai pasang.

Ketika surut, kapal tidak bisa mengangkut sampah karena ketinggian air terlalu rendah, adapun kapasitas kapal itu sekitar empat ton sekali angkut. Pada bagian tengahnya ada kotak tempat sampah.

Jenis sampah yang diangkut berupa sampah permukaan seperti plastik dan material ringan lainnya. Sementara sampah berat seperti kayu memerlukan kapal khusus lain.

Melalui kerja sama dengan komunitas, pihaknya juga ingin mendorong keterlibatan lebih banyak komunitas dalam menjaga kebersihan sungai di Tanjung Redeb.

“Sebenarnya banyak komunitas yang cinta lingkungan. Tapi sebagai langkah awal kami libatkan Mapala UMB dulu. Selanjutnya kami tawarkan ke NGO lain. Bahan bakar untuk kapalnya nanti di-support dari DLHK,” katanya.

Selain komunitas, DLHK juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan yang memiliki perhatian terhadap kebersihan lingkungan.

Kapal pengangkut sampah bisa dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan kegiatan bersih-bersih sungai.

“Kalau memang ada perusahaan yang peduli lingkungan, silakan saja pakai kapal itu. Bisa digunakan untuk bersih-bersih sungai di sekitar wilayah operasional mereka,” ungkapnya.

Keterlibatan semua pihak menurutnya sangat dibutuhkan agar kebersihan sungai bisa dijaga secara berkelanjutan.

Terlebih, kawasan sungai dan tepian kota juga menjadi salah satu titik kunjungan wisatawan.

“Kalau mengandalkan DLHK saja dengan keterbatasan sekarang, tidak bisa maksimal. Ini sejalan dengan arahan bupati, bahwa kawasan yang sering dikunjungi wisatawan harus bersih,” ungkapnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatiannya kawasan pedestrian di sepanjang Tepian Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Pulau Sambit.

Pihaknya akan menjadwalkan kegiatan bersih-bersih secara rutin di kawasan tersebut. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya partisipasi pedagang saat kegiatan kerja bakti digelar.

“Pedagang di Tepian Ahmad Yani belum banyak yang turun. Padahal waktu rapat sudah kita panggil,” katanya.

Ia mengungkapkan, rencana pengenaan sanksi bagi pedagang yang tidak ikut kerja bakti atau tidak menjaga kebersihan lokasi berjualan.

“Kalau tidak ada sanksi, sulit. Tapi tentu akan dibicarakan bersama, tidak sepihak,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *