“Kalau promosi kami berhasil, wisatawan berdatangan. Otomatis penginapan penuh, kuliner laku, kerajinan budaya terjual, dan roda ekonomi warga berputar lebih cepat. Ini yang kami kejar,” tambah Yudha

TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau tengah menyusun dan mematangkan strategi promosi terbaru untuk mengangkat potensi wisata serta kekayaan budaya daerah ke kancah yang lebih luas.
Fokus utama langkah ini adalah penguatan kanal media sosial resmi dan produksi konten digital yang berkualitas, masif, dan tepat sasaran.
Keputusan ini diambil menyusun evaluasi bahwa di era digital saat ini, platform daring menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk mengenal destinasi unggulan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan, selama ini meski Berau menyimpan segudang potensi—mulai dari surga bahari Kepulauan Derawan, situs geologi Gua Sangkulirang, hingga warisan budaya suku Dayak dan masyarakat pesisir—penyebaran informasinya di ruang digital masih belum maksimal dan belum terintegrasi dengan baik.
“Kami sadar betul, promosi konvensional saja tidak cukup lagi. Hari ini, orang mencari rencana liburan dan informasi budaya lewat gawai mereka. Karena itu, Disbudpar Berau sedang mematangkan strategi besar: memperkuat seluruh lini media sosial kami dan menghidupkan konten-konten digital yang tidak hanya informatif, tapi juga menarik dan mudah dibagikan,” ungkap Yudha, Selasa (14/7/2026).
Secara rinci, strategi yang disiapkan mencakup empat pilar utama:
Pertama, revitalisasi dan penguatan akun media sosial resmi di platform Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube. Seluruh akun akan dikelola secara profesional dengan jadwal unggah rutin, mulai dari konten harian hingga kampanye tematik bulanan. Jenis konten yang disiapkan sangat beragam: video pendek/reel destinasi tersembunyi, vlog perjalanan, dokumentasi upacara adat, profil pengrajin budaya lokal, katalog kuliner khas Berau, hingga pengumuman event-event pariwisata dan seni yang akan digelar.
Kedua, produksi konten digital berkualitas tinggi. Disbudpar akan menggandakan produksi foto dan video profesional di seluruh destinasi unggulan, termasuk membuat fitur virtual tour 360 derajat untuk destinasi andalan, sehingga calon wisatawan bisa “berkeliling” lebih dulu sebelum berkunjung. Konten juga akan dikemas dengan bahasa yang ringan, relevan dengan tren anak muda, namun tetap menjaga akurasi informasi dan nilai budaya.
Ketiga, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Pihaknya akan menggandeng konten kreator lokal, influencer pariwisata, blogger perjalanan, media digital regional, serta komunitas pecinta alam dan budaya untuk bersama-sama mempromosikan Berau. Tidak hanya itu, kolaborasi juga akan menyentuh pelaku UMKM, pengelola homestay, dan masyarakat sekitar destinasi, agar mereka juga bisa memanfaatkan kanal digital untuk memasarkan produk dan jasa mereka.
Keempat, optimalisasi data dan evaluasi berkala. Setiap konten yang diunggah akan dipantau perkembangannya lewat fitur analitik platform. Dari data tersebut, Disbudpar akan menyesuaikan strategi—jenis konten apa yang paling disukai audiens, jam tayang yang paling efektif, hingga topik apa yang paling banyak menarik minat calon wisatawan. Pihaknya juga berencana meluncurkan kampanye tagar khusus, seperti #BerauSurgaTersembunyi atau #JelajahBerau, untuk mengumpulkan konten buatan masyarakat dan wisatawan.
Lebih lanjut dijelaskan, strategi digital ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Berau, tapi juga mendongkrak ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.
“Kalau promosi kami berhasil, wisatawan berdatangan. Otomatis penginapan penuh, kuliner laku, kerajinan budaya terjual, dan roda ekonomi warga berputar lebih cepat. Ini yang kami kejar,” tambah Yudha.
Saat ini, tim pengelola konten digital Disbudpar Berau sedang melakukan penyusunan kalender konten tahunan, pendataan seluruh potensi wisata dan budaya yang akan diangkat, serta persiapan peralatan pendukung produksi.
Langkah awal akan difokuskan pada destinasi super prioritas, sebelum menyasar lokasi-lokasi wisata yang masih jarang tersentuh promosi.
Masyarakat Berau pun diharapkan bisa ikut berpartisipasi aktif, dengan cara membagikan konten-konten positif dari akun resmi Disbudpar maupun membuat konten kreasi sendiri tentang keindahan daerahnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, diharapkan nama Berau semakin bersinar di peta pariwisata nasional maupun internasional (*).
















