Penghargaan diberikan langsung kepada Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas yang diserahkan oleh Wakil Menteri Kehutanan RI, Sulaiman Umar
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau kembali menorehkan prestasi membanggakan, pada puncak Apresiasi Festival Pesona Tahun 2025 yang diselenggarakan di Auditorium, Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).
Festival Pesona Tahun 2025, mengambil tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan RI ini, penilaian oleh dewan juri berlangsung pada 6 Agustus 2025 lalu, dan Kabupaten Berau adalah salah satu Pemda Kabupaten/Kota terbaik dalam percepatan pengelolaan perhutanan sosial, disamping Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Pesawaran.
Penghargaan diberikan langsung kepada Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas yang diserahkan oleh Wakil Menteri Kehutanan RI, Sulaiman Umar.
Disela acara, Bupati menyampaikan bangga atas prestasi yang diraih Kabupaten Berau dalam percepatan pengelolaan perhutanan sosial yang selama ini ia dan jajarannya lakukan.
Ia menerangkan, kinerja Perhutanan Sosial di Kabupaten Berau merupakan hasil kolaborasi dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dishut Provinsi Kaltim Wilayah Kabupaten Berau, DLHK dan YKAN.
“Kabupaten Berau memiliki luas lahan perhutanan sosial binaan sekitar 99 ribu hektare, menjadikannya salah satu daerah yang paling progresif dalam penerapan perhutanan sosial di Kalimantan Timur” jelasnya.
Sebagai Informasi, Kabupaten Berau dianggap sebagai salah satu daerah paling progresif dalam penerapan perhutanan sosial di Kalimantan Timur.
Berbagai skema perhutanan sosial seperti Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Adat telah diterapkan di Berau.
“Disamping itu perhutanan sosial di Berau memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan” tambah Bupati.
Dengan luas lahan yang signifikan dan partisipasi aktif masyarakat, perhutanan sosial di Berau menjadi contoh bagaimana pengelolaan hutan dapat memberikan manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial secara bersamaan.
“Hingga saat ini masyarakat Berau aktif terlibat dalam pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial, termasuk pemanfaatan hasil hutan yang berkelanjutan” pungkasnya (*).
















