Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Kian Marak, Wakil Ketua I DPRD Subroto Desak Aparat Berantas Prostitusi Online

×

Kian Marak, Wakil Ketua I DPRD Subroto Desak Aparat Berantas Prostitusi Online

Sebarkan artikel ini

“Fenomena prostitusi online makin sulit dikendalikan. Mereka berpindah-pindah hotel, tidak menetap. Sebagian besar juga bukan warga Berau, melainkan datang dari luar daerah,” ungkap Subroto

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Jika dulu warung remang di pinggir jalan jadi sasaran razia, kini aparat dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, yakni prostitusi online. Fenomena ini tumbuh senyap di balik layar ponsel dan terselubung dalam aplikasi kencan, membuat penindakan tak semudah menyegel warung remang tradisional.

Desakan untuk bertindak datang dari DPRD Berau, Wakil Ketua I DPRD Berau Subroto, meminta korps penegak perda khususnya tak hanya fokus pada prostitusi konvensional, tapi juga menyisir pergerakan para pekerja seks komersial (PSK) yang kini beroperasi secara digital. Diduga kuat, sejumlah hotel dan tempat indekos menjadi lokasi praktik esek-esek terselubung ini.

“Fenomena prostitusi online makin sulit dikendalikan. Mereka berpindah-pindah hotel, tidak menetap. Sebagian besar juga bukan warga Berau, melainkan datang dari luar daerah,” ungkap Subroto.

Menurut Subrotoi, pengawasan terhadap praktik ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Selain minim data juga harus berhati-hati dalam menyisir hotel dan penginapan agar tidak menimbulkan gesekan dengan pelaku usaha.

“Tracing terhadap praktik prostitusi online berbeda dengan warung remang yang kasatmata. Ada risiko sosial dan ekonomi yang harus dipertimbangkan. Tapi, siapa pun yang terindikasi keluar dari fungsi sosialnya, harus ditindak dan identifikasi,” tegasnya.

Ia pun menegaskan, pendekatan terhadap prostitusi online butuh strategi berbeda. Penindakan yang gegabah bisa memicu konflik, bahkan merugikan citra daerah.

“Karena ini online, maka harus ada kolaborasi lintas sektor dan strategi yang lebih digital. Kalau hanya razia manual, tidak akan menyentuh akar masalah,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *