Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Komitmen Dukung UMKM, Bupati Bakal Wajibkan Sekolah Dan ASN Pakai Batik Berau

×

Komitmen Dukung UMKM, Bupati Bakal Wajibkan Sekolah Dan ASN Pakai Batik Berau

Sebarkan artikel ini

Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, menyampaikan batik Berau memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama yang bergerak di bidang kerajinan batik lokal.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan para pengrajin batik asli Berau.

Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, menyampaikan batik Berau memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.

Menurutnya, pengembangan batik lokal bukan hanya soal budaya, namun juga menyangkut pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Batik Berau harus diproduksi di Berau sebagai solusi yang tepat untuk mengembangkan potensi dan ekonomi daerah secara maksimal, serta berkelanjutan dengan melibatkan pengrajin-pengrajin lokal,” ujar Bupati.

Pemkab telah menyiapkan berbagai program pendukung untuk memperkuat ekosistem usaha batik di daerah. Di antaranya adalah pelatihan keterampilan, bantuan alat produksi, promosi digital, hingga penguatan akses pasar bagi para pelaku usaha.

Tak hanya itu, pendampingan teknis dan manajerial juga disiapkan untuk memastikan para pengrajin dapat mengembangkan usahanya secara profesional.

“Semuanya dibuat di Berau. Pertumbuhan ekonomi ini betul-betul kita seriusi. Jadi cetak di Berau, buat di Berau, jahit di Berau, kita pasarkan di Berau dan keluar Berau,” ungkapnya.

Pemkab juga berkomitmen untuk menghadirkan para pendamping langsung ke Berau agar pengrajin lokal tidak perlu keluar daerah. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya serta memberikan pelatihan yang lebih fokus dan tepat sasaran.

“Sekiranya butuh pendampingan-pendampingan, kita tidak usah keluar. Pendampingnya yang kita bawa ke sini,” tegas Sri.

Lebih lanjut, Sri mengungkapkan upaya pelestarian dan promosi batik lokal juga akan dilakukan melalui regulasi pemakaian batik Berau di lingkungan sekolah dan pemerintahan.

“Nanti Bu Kadis Pendidikan berkoordinasi dengan Diskoperindag wajib memakai batik Berau untuk TK, SD, SMP, guru dan ASN semuanya,” ujarnya.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari langkah strategis untuk menjadikan batik Berau sebagai identitas budaya daerah yang membanggakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk menegakkan kewajiban memakai batik Berau tersebut, tambah Sri, pihaknya akan menyusun Peraturan Bupati (Perbup). Berikutnya, mengajak semua pihak agar bisa mendukung peraturan tersebut.

“Saya sudah bincang-bincang dengan Kadis Pendidikan. Nanti Bu Kadis Pendidikan koordinasi dengan Diskoperindag wajib memakai batik Berau untuk TK, SD, SMP, guru, dan ASN,” tandasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *