Pemerintah Kabupaten Berau saat ini tengah fokus menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru, menggantikan posisi pertambangan yang selama ini menjadi sumber pemasukan utama
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Berau memiliki 225 destinasi wisata yang terdiri atas 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan. Beberapa destinasi andalan antara lain Merabu yang menawarkan pemandangan karst dan saat ini tengah diusulkan sebagai geopark nasional, Danau Kakaban dengan keunikan biota ubur-ubur yang tak menyengat dan langka di dunia, serta Labuan Cermin yang terkenal dengan danau dua rasa, air asin dan tawar yang bersatu di satu tempat.
Selain itu, terdapat 19 desa wisata yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Desa Wisata dari pemerintah daerah. Di antaranya, Desa Payung-Payung yang selain mendapat SK Desa Wisata, juga mendapat pengakuan sebagai Desa Wisata Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dari total 225 destinasi wisata di wilayah ini, pemerintah kabupaten telah menetapkan 10 destinasi unggulan yang akan segera dibangun dan dilengkapi dengan fasilitas serta sarana prasarana pendukung.
Pemerintah Kabupaten Berau saat ini tengah fokus menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru, menggantikan posisi pertambangan yang selama ini menjadi sumber pemasukan utama.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan bahwa pemerintah tengah berkonsentrasi penuh dalam upaya membangun sektor pariwisata sebagai sektor unggulan pascatambang.
Menurut Samsiah, pembangunan pariwisata dipandang sebagai solusi efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia mencontohkan bahwa efek pengganda dari sektor ini mampu mendorong perubahan nyata pada taraf hidup warga.
“Lewat multiplier effect pariwisata ini, banyak sekali membantu mengangkat perekonomian lokal. Misalnya warga yang tadinya nelayan, sekarang sudah berkembang, dia nelayan tapi sudah punya homestay dan punya toko sembako, warung kopi, dan lain-lain,” ujar Samsiah (*).
















