“Selama tinggal di Berau, warga Jawa yang tergabung dalam Ikapakarti adalah bagian dari Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Mereka memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam merawat persatuan, menjaga ketertiban, dan mendorong kemajuan bersama” jelas H. Wagiyo
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Dengan mengangkat filosofi “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai nilai kearifan lokal yang terus relevan, masyarakat Jawa di Kabupaten Berau telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik, bersinergi dengan nilai-nilai lokal tanpa kehilangan identitas budaya asal.
Ketua IKAYO, H. Wagiyo mengatakan, Berau membutuhkan organisasi seperti Ikapakarti yang tidak hanya memelihara nilai-nilai budaya, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan. Masyarakat perantauan Jawa memiliki potensi besar dalam membangun jejaring sosial, ekonomi, dan kultural yang inklusif.
Begitupun organisasi paguyuban seperti Ikayo Kabupaten Berau, yang merupakan bagian atau pilar Ikapakarti, H. Wagiyo menjelaskan, organisasi yang ia pimpin bukan hanya berperan sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai pilar sosial yang dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah khususnya di Kabupaten Berau.
“Selama tinggal di Berau, warga Jawa yang tergabung dalam Ikapakarti adalah bagian dari Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Mereka memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam merawat persatuan, menjaga ketertiban, dan mendorong kemajuan bersama” jelas H. Wagiyo (31/8/2025).
Dalam membangun daerah, tidak hanya bicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sosial yang berkelanjutan. Persatuan dan harmoni adalah pondasi utama yang harus dijaga semua elemen masyarakat khususnya warga Jawa.
Seluruh elemen atau pilar paguyuban yang tergabung dalam Ikapakarti diharapkan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Berau yang aman, rukun, dan sejahtera.
Ia berharap semua warga Jawa agar terus menjaga semangat kekeluargaan dan gotong royong yang selama ini menjadi nilai utama dalam setiap langkah organisasi.
Dalam konteks pluralisme sosial, organisasi seperti Ikapakarti dinilai memiliki posisi strategis dalam merawat Kebhinekaan dan mencegah fragmentasi sosial serta menjaga kondusivitas Berau.
“Terkait dengan perkembangan terkini, mari warga Jawa yang tergabung dalam wadah Ikapakarti khususnya yang ada di Berau untuk terus menjaga kondusivitas dan keamanaan wilayah kita, guyub rukun saklawase” pungkas H. Wagiyo (*).
















