“Ketika wisatawan bisa dengan mudah mengakses internet di lokasi wisata, mereka bisa langsung mengunggah pengalaman mereka ke media sosial. Ini secara tidak langsung adalah promosi gratis yang menjangkau seluruh dunia,” kata Didik
| Editor : Pojok Borneo
TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didik Rahmadi, menyatakan bahwa program seribu titik WiFi gratis yang tengah dikembangkan pemerintah daerah tidak hanya untuk meningkatkan akses digital masyarakat, namun juga menjadi strategi pendukung promosi pariwisata daerah ke tingkat global.
Menurut Didik, konektivitas internet yang merata akan memudahkan wisatawan dan pelaku industri pariwisata dalam membagikan informasi, foto, serta pengalaman wisata mereka ke berbagai platform digital. Hal ini diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan citra dan daya tarik destinasi wisata di Berau, seperti Derawan, Maratua, dan Kakaban.
“Ketika wisatawan bisa dengan mudah mengakses internet di lokasi wisata, mereka bisa langsung mengunggah pengalaman mereka ke media sosial. Ini secara tidak langsung adalah promosi gratis yang menjangkau seluruh dunia,” kata Didik.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya digitalisasi dalam sektor pariwisata, apalagi tren wisata saat ini sangat berkaitan erat dengan teknologi informasi. Wisatawan cenderung mencari informasi secara online sebelum memutuskan berkunjung ke suatu destinasi, termasuk soal aksesibilitas, fasilitas, dan keunikan lokasi wisata.
Program seribu titik WiFi gratis tersebut akan menyasar berbagai area strategis, termasuk kawasan wisata unggulan di pesisir dan kepulauan Berau. Dengan dukungan infrastruktur digital yang memadai, pemerintah berharap pengembangan pariwisata bisa berjalan lebih cepat dan menarik minat investor maupun wisatawan asing.
Selain itu, Didik juga menyampaikan bahwa Diskominfo Berau akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata serta pelaku usaha lokal untuk memastikan jaringan WiFi ini terkelola dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi sektor pariwisata.
“Kami ingin Berau menjadi kabupaten yang bukan hanya indah secara alam, tapi juga unggul secara digital. Sinergi antara teknologi informasi dan pariwisata ini adalah kunci untuk membuka akses lebih luas ke pasar global,” ucap Didik (*).
















