Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TELUK BAYUR

Rekatkan Silaturahmi, Warga Paguyuban IKAYO Berau Kurban Sapi

×

Rekatkan Silaturahmi, Warga Paguyuban IKAYO Berau Kurban Sapi

Sebarkan artikel ini

“Ibadah kurban Idul Adha, bagi sebagian paguyuban merupakan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya bagi ummat Islam, merupakan bentuk ketaatan dan kepasrahan kepada Allah SWT, juga bermakna secara sosial ” ujar H. Wagiyo

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TELUK BAYUR – Merayakan hari raya Idul Adha 1446 Hijriyah, warga Yogyakarta yang ada di Kabupaten Berau yang tergabung dalam Paguyuban Ikatan Keluarga Yogyakarta (IKAYO) melakukan pemotongan hewan kurban berupa Sapi.

Prosesi penyembelihan kurban dilaksanakan pada hari ini, Minggu (08/06/2025) di halaman kediaman Ketua IKAYO, H. Wagiyo, Jalan Cemara Kelurahan Rinding, nampak hadir juga Wakil Ketua II DPRD Berau merangkap Ketua Dewan Penasihat IKAYO, H. Sumadi, SE dan Kepala DLHK Berau merangkap anggota Dewan Penasihat IKAYO, drh. Mustakim Suharjana, Wakil Ketua IKAYO Drs. H. Iswahyudi, A.Pt, M.Kes yang juga Kepala Dinas Sosial Berau serta jajaran pengurus lainnya.

Menurut Ketua IKAYO, H. Wagiyo, ibadah kurban yang dilakukan warga Yogyakarta kali ini, bukan sekadar ibadah personal, melainkan bentuk ibadah sosial untuk merekatkan jalinan hidup yang harmonis antar warga Yogyakarta yang ada di Berau.

“Ibadah kurban Idul Adha, bagi sebagian paguyuban merupakan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya bagi ummat Islam, merupakan bentuk ketaatan dan kepasrahan kepada Allah SWT, juga bermakna secara sosial ” ujar H. Wagiyo.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat IKAYO, H. Sumadi, SE menyampaikan harapannya, dengan momentum Idul Adha ini, terjalin erat silaturahmi dan sinergitas yang semakin menguatkan diantara warga Yogyakarta yang tergabung dalam paguyuban IKAYO.

“Saya berharap momentum kurban ini menjadikan tali silaturahmi dan hubungan persaudaraan antara warga Yogyakarta yang ada di paguyuban IKAYO semakin terjaga, kedepannya semoga hewan yang dikurbankan warga IKAYO semakin bertambah” ungkap H. Sumadi, SE.

Beliau menambahkan, ibadah kurban menjadi sarana untuk membersihkan harta dan melatih kepekaan sosial, daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat, menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas pada sesama.

“Ibadah kurban juga ibadah sosial yang menjembatani kesenjangan antara orang yang berpenghasilan lebih dengan yang kurang mampu” pungkasnya.

Prosesi penyembelihan hewan kurban diakhiri dengan pembagian daging kurban kepada warga yang tergabung dalam paguyuban IKAYO dan juga warga sekitar (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *