Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mencatat sebanyak 66 kasus HIV/AIDS ditemukan sepanjang 2025. Angka ini sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 64 kasus
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Praktek prostitusi online (Open Bo) saat ini sedang marak di Kabupaten Berau, terlihat sejumlah gadis muda ini diketahui sedang melayani pria hidung belang di sejumlah hotel atau penginapan.
Para gadis muda ini sering memajangkan diri mereka dengan cara stay di sejumlah penginapan yang berada di Tanjung Redeb untuk menanti kedatangan para pria hidung belang.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga setempat yang enggan namanya disebutkan kepada media ini, Minggu (7/12/2025).
“Mereka para Open Bo ini sering menunggu tamu sampai tengah malam, bahkan penjaga penginapan juga sering di booking oleh setiap tamu kesepian yang berkunjung ke penginapan” ungkapnya.
Kehadiran para Open BO ini membuat warga setempat resah, karena dinilai dapat merusak generasi muda khususnya anak-anak yang masih di bawah umur, mengingat adanya penyakit HIV yang sudah mulai menyerang anak-anak muda, kesalnya
“Maka kami warga meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Berau lewat Dinas terkait dan Polres untuk segera tindak tegas sebelum ada korban lainnya”, desaknya.
Menurutnya kasus maraknya open BO yang sering berganti-ganti pasangan dapat membawa dampak buruk di lingkungan masyarakat, apalagi sekarang sudah ada korban HIV yang disebabkan pergaulan bebas dan sex bebas di kalangan anak muda.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mencatat sebanyak 66 kasus HIV/AIDS ditemukan sepanjang 2025. Angka ini sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 64 kasus.
Warga berharap agar para Open BO ini diusir dari Bumi Batiwakkal ini, sehingga terbebas dari virus yang berbahaya dan tidak merusak generasi muda, harap warga.
“Oleh karena itu, pemerintah Daerah dan Kepolisian agar segera melakukan razia para gadis – gadis ini dan para pria hidung belang ini, supaya jangan membuat Kabupaten Berau jadi kotor”, pungkasnya (*).
















