“Kita timbun setiap bulan sekali, atau minimal satu kali dalam minggu,” terangnya
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Setiap tahun, keluhan masyarakat mengenai aroma sampah dari TPA Bujangga menjadi fenomena yang cukup sulit ditangani oleh Pemda, namun DLHK terus berupaya melakukan perawatan dengan melakukan kegaiatan menimbum sampah dengan tanah.
Cara semi sanitary landfill ini terus dilakukan setiap tahunnya, dan dirasa sangat ampuh menghilangkan aroma busuk yang dihasilkan sampah di TPA.
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana menjelaskan kegiatan perawatan dengan menimbun sampah dengan tanah akan terus dilakukan sebelum pemindahan ke TPA Pegat Bukur yang hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh DPUPR.
Menghilangkan aroma sampah di TPA Bujangga dengan penimbunan menggunakan tanah itu, sudah dilakukan sejak 3 (tiga) tahun lalu.
Ia mengakui penanganan aroma sampah dengan cara itu memang membutuhkan biaya lebih, yaitu pembelian tanah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menggerakkan alat berat.
Teknis penimbunan sampah itu, dijalaskannya setelah sampah terkumpul selama dua atau tiga hari dan ditata menggunakan alat berat, baru sampah dengan jumlah puluhan ton itu ditimbun dengan tanah.
“Kita timbun setiap bulan sekali, atau minimal satu kali dalam dua minggu,” terangnya.
Penimbunan juga harus berpedoman pada cuaca. dimana etugas terlebih dahulu menunggu sampah dan tanah kering atau tidak dalam keadaan basah.
Mustakim menambahkan, teknik penimbunan sampah dengan tanah itu dapat mengatasi masalah bau busuk sampah di TPA Bujangga, meskipun di sisi lain tumpukan sampah menjadi lebih cepat tinggi.
“Memang tumpukan menjadi lebih cepat tinggi, tapi cara ini setidaknya tidak lagi dikeluhkan masyarakat sekitar” ucapnya.
Kini DLHK menghadapai tantangan yang cukup berat, dikarenakan segera beroperasinya RSUD baru yang jaraknya tidak jauh dari lokasi TPA, sedangkan relokasi TPA belum bisa dilakukan karena TPA Pegat Bukur belum bisa difungsikan dan masih dalam proses penyelesaian pekerjaan.
“Targetnya pada tahun 2027, TPA Pegat Bukur sudah bisa difungsikan” pungkasnya (*).
















