Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Di Balik Aliran Air Bersih Berau: Perumdam Batiwakkal Bertahan Di Tengah Tekanan Biaya, Kualitas Tetap Dijaga

×

Di Balik Aliran Air Bersih Berau: Perumdam Batiwakkal Bertahan Di Tengah Tekanan Biaya, Kualitas Tetap Dijaga

Sebarkan artikel ini

“Kami belum bisa menambah pegawai karena harus menyesuaikan kemampuan keuangan. Kami lebih memilih berhemat agar pelayanan tetap berjalan dan kualitas air terjaga,” jelas Saipul

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Di balik lancarnya aliran air bersih yang setiap hari mengalir ke ribuan rumah warga Kabupaten Berau, tersimpan perjuangan panjang yang jarang diketahui publik.

Di tengah tarif pelanggan yang belum disesuaikan selama bertahun-tahun, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal harus bergelut dengan lonjakan biaya operasional yang terus meningkat.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, perusahaan milik daerah ini berkomitmen tetap menjaga pelayanan air bersih yang layak dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Tekanan keuangan perusahaan kian terasa dari tahun ke tahun. Kenaikan tarif listrik, harga bahan kimia pengolahan air, biaya perawatan instalasi, pemeliharaan jaringan perpipaan, hingga berbagai pengeluaran operasional lain terus naik mengikuti inflasi.

Sebaliknya, pendapatan perusahaan belum mampu mengimbangi beban tersebut karena tarif air masih bertahan pada angka lama.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menegaskan kondisi ini menjadi tantangan terbesar dalam mempertahankan standar pelayanan.

“Kualitas air bersih tidak bisa dikompromikan, meskipun perusahaan menghadapi tekanan anggaran yang semakin berat,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga mutu air tetap menjadi prioritas utama. Walaupun biaya produksi terus melonjak, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun.

“Tantangan terbesar kami adalah bagaimana mempertahankan kualitas layanan dengan kemampuan keuangan yang terbatas,” tambahnya.

Lakukan Efisiensi Ekstrem, Tunda Penambahan Tenaga Kerja

Untuk menjaga roda operasional tetap berjalan, Perumda Batiwakkal terpaksa mengambil langkah efisiensi ketat.

Salah satu kebijakan terberat adalah menunda penambahan tenaga kerja baru, padahal kebutuhan SDM terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan dan meluasnya jangkauan pelayanan.

“Kami belum bisa menambah pegawai karena harus menyesuaikan kemampuan keuangan. Kami lebih memilih berhemat agar pelayanan tetap berjalan dan kualitas air terjaga,” jelas Saipul.

Ia juga meluruskan pandangan sebagian masyarakat yang menganggap tarif air hanya biaya penggunaan air mentah.

Padahal, menghasilkan air bersih layak konsumsi membutuhkan proses panjang dan biaya besar: mulai pengambilan air baku, pengolahan dengan bahan kimia sesuai standar, uji kualitas berkala, distribusi perpipaan, hingga perbaikan kebocoran.

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, melainkan investasi kesehatan. Ini berperan mencegah penyakit lingkungan, meningkatkan sanitasi, dan mendukung upaya penurunan angka stunting di Berau,” tegasnya.

Pihaknya berusaha keras agar warga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih mahal membeli air dari luar jaringan yang keamanannya belum terjamin.

“Kami berjuang semaksimal mungkin agar air bersih terus mengalir ke rumah pelanggan dengan kualitas terbaik,” tambahnya.

Harap Penyesuaian Tarif Demi Keberlanjutan Layanan

Di akhir pernyataannya, Saipul Rahman berharap masyarakat memahami tantangan yang dihadapi perusahaan.

Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk segera melakukan penyesuaian tarif air minum yang dinilai sudah mendesak, guna mengembalikan kesehatan keuangan perusahaan.

Keseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan menjadi kunci keberlanjutan pelayanan. Dengan kondisi keuangan yang lebih baik, Perumda Batiwakkal tidak hanya mempertahankan kualitas layanan, tetapi juga bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan, memperkuat infrastruktur, dan mengembangkan kompetensi tenaga kerja.

“Kami berharap penyesuaian tarif segera direalisasikan agar pemasukan dan pengeluaran seimbang. Dengan begitu, kami bisa terus meningkatkan pelayanan dan memastikan seluruh warga Berau memperoleh hak atas air bersih yang aman, layak, dan berkualitas untuk jangka panjang,” pungkas Saipul Rahman (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *