Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Pemkab Berau Dorong BUMK Naik Kelas, Targetkan Jadi Penggerak Ekonomi Kampung

×

Pemkab Berau Dorong BUMK Naik Kelas, Targetkan Jadi Penggerak Ekonomi Kampung

Sebarkan artikel ini

“BUMK harus mampu membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Pengelolaannya juga harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, inovatif, dan berkelanjutan agar mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar,” ujar M Said

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar berkembang menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa.

Tidak lagi hanya mengelola usaha berskala kecil, BUMK diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengoptimalkan potensi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat membuka kegiatan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau di Ballroom SM Tower, Kamis (16/7/2026).

Menurut Muhammad Said, keberhasilan BUMK sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus menjadi langkah penting agar badan usaha milik kampung mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

“BUMK harus mampu membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Pengelolaannya juga harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, inovatif, dan berkelanjutan agar mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar,” ujar M Said.

Ia menjelaskan, setiap kampung di Kabupaten Berau memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal menjadi usaha produktif yang tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi BUMK, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, Muhammad Said menilai tantangan yang dihadapi BUMK saat ini tidak lagi sebatas menjalankan administrasi usaha.

Pengelola juga dituntut mampu membaca peluang bisnis, membangun kemitraan, mengelola risiko usaha, hingga memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pemasaran produk.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengajak seluruh kepala kampung memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMK di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kampung, pengurus BUMK, masyarakat, perguruan tinggi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.

Dalam upaya memperkuat kapasitas pengelola, DPMK Berau menggandeng Universitas Muhammadiyah Berau sebagai mitra pendamping.

Pendampingan difokuskan pada peningkatan kompetensi di bidang manajemen usaha, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran agar unit usaha milik kampung mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Muhammad Said berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan pengelola BUMK yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki kemampuan berinovasi, serta mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal menjadi usaha yang bernilai tambah.

Dengan pengelolaan yang profesional dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Berau optimistis BUMK dapat menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi kampung, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Berau (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *