Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Kualitas Udara Berau Memburuk, PM10 Tembus 158, Warga Diminta Waspada

×

Kualitas Udara Berau Memburuk, PM10 Tembus 158, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker dengan benar dan perbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit,” jelas Zulkifli Azhari

Example 300x600

TANJUNG REDEB — Kualitas udara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menunjukkan kondisi mengkhawatirkan.

Hasil pemantauan selama 24 jam pada 4–5 September 2026 mencatat konsentrasi partikulat PM10 mencapai 158 dan PM2.5 sebesar 139, sehingga kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Pemantauan dilakukan UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau di Halaman Kantor Bupati Berau, Jalan APT Pranoto, Kecamatan Tanjung Redeb, mulai Jumat (4/9) pukul 14.15 WITA hingga Sabtu (5/9) pukul 14.15 WITA.

Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan kadar polutan dibandingkan hasil pemantauan pada periode akhir Agustus 2026.

Selain partikulat, hasil pengukuran juga mencatat parameter karbon monoksida (CO) sebesar 1,24. Sementara itu, kondisi lingkungan saat pengukuran menunjukkan kelembapan udara mencapai 81 persen RH dengan suhu sekitar 35 derajat Celsius.

Kepala DLHK Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyikapi memburuknya kualitas udara.

Menurutnya, masyarakat perlu mengurangi paparan langsung terhadap udara luar, khususnya ketika kondisi asap semakin pekat.

Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dengan benar sebagai salah satu langkah perlindungan.

“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker dengan benar dan perbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit,” jelas Zulkifli Azhari.

DLHK juga menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kondisi tubuh tetap fit, serta menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan perkembangan kualitas udara.

Kategori tidak sehat menunjukkan kondisi udara yang berpotensi memberikan dampak merugikan terhadap kesehatan manusia maupun hewan.

Karena itu, masyarakat, khususnya kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara, perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari paparan udara luar yang tidak diperlukan.

DLHK Berau mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan apabila kondisi asap semakin memburuk.

Upaya tersebut penting dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polutan udara, sembari menunggu perkembangan kondisi lingkungan dan hasil pemantauan kualitas udara berikutnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *