
TANJUNG REDEB – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam mewujudkan kemandirian daging dan memperkuat basis peternakan rakyat memasuki babak baru.
Tidak lagi berfokus pada pengadaan konvensional, DTPHP Berau kini menerapkan strategi pembibitan berbasis manajemen rasio ternak modern.
Tahun ini, sebanyak 90 ekor sapi Bali berkualitas unggul asal NTB didistribusikan ke lima kawasan potensial: Teluk Sumbang, Biatan Ilir, Limunjan, Gunung Tabur, dan Tasuk.
Program bernilai Rp1,2 miliar dari APBD 2026 ini mengusung pola pembiakan 84 betina dan 6 jantan.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menegaskan bahwa formulasi tersebut memperhitungkan efisiensi anggaran dan efektivitas reproduksi. Menurutnya, rasio satu pejantan untuk 10 hingga 20 betina sudah sangat ideal dalam manajemen kelompok.
“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini berkembang di tangan kelompok. Jangan hanya berhenti saat menerima ternak, tetapi harus mampu menghasilkan bibit baru dan memperbesar populasi secara mandiri,” tegas Lita.
Untuk menjamin keberlanjutan program, DTPHP memberlakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima.
Selain rekam jejak pengalaman beternak, legalitas hukum kelompok menjadi syarat mutlak agar bantuan APBD ini tepat sasaran dan berdaya guna panjang bagi perekonomian warga (*).
















