Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Banuarasa Weekend Dibidik Jadi Sumber PAD Dan Kawasan Gastronomi Unggulan Berau

×

Banuarasa Weekend Dibidik Jadi Sumber PAD Dan Kawasan Gastronomi Unggulan Berau

Sebarkan artikel ini

“Kami akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait hal tersebut, termasuk dengan OPD yang menaungi kebersihan yaitu DLHK, juga Dinas Perhubungan terkait lalu lintas, Dispora serta DPUPR,” ujar Anang M Asnan

Example 300x600

Tanjung Redeb – Banuarasa Weekend yang digelar setiap Minggu pagi, tak hanya menjadi ruang rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Berau di akhir pekan.

Kegiatan yang mengusung konsep serupa Car Free Day (CFD) di Jalan Dr. Murjani I, Tanjung Redeb, mulai diarahkan agar ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau.

Ketua Pelaksana Banuarasa Weekend, Anang M Asnan, mengatakan pihaknya berencana akan membahas sejumlah skema bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk kemungkinan penerapan retribusi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan tersebut.

Salah satu opsi yang dibahas yakni penerapan retribusi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan lintas OPD agar mekanisme pemungutan memiliki dasar hukum yang jelas serta tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait  hal tersebut, termasuk dengan OPD yang menaungi kebersihan yaitu DLHK, juga Dinas Perhubungan terkait lalu lintas, Dispora serta DPUPR,” ujar Anang M Asnan. 

Menurutnya, Banuarasa Weekend tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Kegiatan tersebut juga menyangkut pemanfaatan ruang publik, kebersihan, pengaturan lalu lintas serta penyediaan berbagai fasilitas yang menunjang kenyamanan masyarakat.

Ke depan, kawasan tersebut bahkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi kawasan gastronomi unggulan Kabupaten Berau, dengan mengangkat kekayaan kuliner lokal sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk UMKM.

Konsep tersebut dinilai dapat membuat Banuarasa Weekend memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berkumpul, tetapi juga menjadi destinasi kuliner yang mampu memperkenalkan makanan khas Berau kepada masyarakat lokal maupun wisatawan.

Karena itu, jika nantinya retribusi diberlakukan, Anang berharap pungutan tersebut diikuti dengan penataan dan peningkatan kualitas layanan di kawasan Banuarasa Weekend.

“Kami sangat setuju, namun jangan sampai retribusi justru menghilangkan kesempatan masyarakat kecil untuk berusaha. Harus ada manfaat yang kembali kepada mereka,” katanya.

Ia juga meminta Bupati Berau tetap memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di Jalan Dr Murjani I. Menurutnya, kawasan tersebut telah menjadi lokasi strategis yang mampu menarik masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang.

“Harapan kami kepada Bupati Berau, agar para pelaku UMKM tetap diberikan kesempatan untuk berjualan di lokasi ini. Tempatnya sudah strategis dan cukup membantu menjadi sumber penopang penghasilan masyarakat,” ungkapnya.

Bagi Anang, keberadaan Banuarasa Weekend telah menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat. Selain menjadi tempat olahraga dan rekreasi, kegiatan tersebut menjadi ruang promosi dan pemasaran berbagai produk UMKM.

Jika ditata secara konsisten, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu ikon baru ekonomi kreatif di pusat Tanjung Redeb. Produk kuliner, makanan khas daerah, kerajinan, hingga berbagai produk UMKM dapat dikembangkan dalam satu ekosistem yang lebih terorganisasi.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan” tegasnya.

Potensi tersebut menjadi alasan perlunya penataan yang lebih serius. Pemerintah daerah perlu memastikan apabila pungutan resmi diterapkan, maka pengelolaan kawasan juga semakin baik, mulai dari kebersihan, keamanan, ketertiban lalu lintas hingga fasilitas bagi pedagang dan pengunjung.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan skema retribusi tidak sekadar menjadi sumber penerimaan daerah, tetapi memiliki dasar hukum yang kuat dan mekanisme yang transparan.

Apalagi, jika Banuarasa Weekend diarahkan menjadi kawasan gastronomi unggulan, maka diperlukan konsep yang lebih terencana, termasuk penataan lapak, standar kebersihan dan keamanan pangan, pengelolaan sampah, fasilitas umum, promosi, serta ruang yang tetap ramah bagi UMKM kecil.

Dengan semakin banyaknya masyarakat dan UMKM yang memanfaatkan kawasan tersebut, Banuarasa Weekend memiliki potensi berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus ruang promosi kuliner lokal di Tanjung Redeb.

Tantangannya kini adalah bagaimana pemerintah mengubah potensi tersebut menjadi sumber PAD tanpa menjadikan UMKM sebagai pihak yang paling terbebani.

Banuarasa Weekend idealnya bukan hanya menghasilkan penerimaan daerah, tetapi juga tumbuh menjadi kawasan gastronomi unggulan yang mengangkat kuliner lokal, memperkuat UMKM, dan memastikan roda ekonomi masyarakat kecil tetap berputar (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *