
TANJUNG REDEB – Karya tulis Putri Aida Syafrani, S.IP berjudul “Burakat Banua” kini mulai diakui sebagai sumber referensi penting yang dapat diandalkan untuk mempelajari perjalanan sejarah sekaligus kekayaan budaya Kabupaten Berau.
Kehadiran buku ini dinilai menjadi langkah yang efektif dan bermutu dalam memperkenalkan jati diri daerah melalui jalur literasi dan pengetahuan yang mendalam.
Selama ini, informasi mengenai sejarah dan tradisi asli Berau seringkali hanya tersebar secara lisan atau terbatas.
Dengan disusunnya buku ini secara sistematis, terstruktur, dan berbasis kajian yang akurat, maka warisan tersebut dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, peneliti, hingga masyarakat umum.
Burakat Banua bukan sekadar buku bacaan biasa, melainkan jendela ilmu yang membuka pemahaman utuh tentang asal-usul, kejayaan masa lalu, serta kearifan lokal yang membentuk identitas kita saat ini.
Mengenalkan Berau melalui literasi adalah cara yang paling berkelanjutan dan bermartabat, karena pengetahuan yang baik akan menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaganya.

Melalui pendekatan literasi intelektual ini, Berau tidak hanya dikenal dari keindahan alamnya saja, tetapi juga memiliki fondasi sejarah dan budaya yang kuat sebagai daya tarik tersendiri.
Buku ini juga diharapkan dapat menjadi pendukung materi pembelajaran serta bahan promosi yang lebih mendalam bagi dunia pendidikan dan pariwisata berbasis budaya.
Pemerintah daerah dan berbagai pihak mendorong agar karya ini dapat tersebar luas ke sekolah-sekolah, perpustakaan, dan tempat-tempat umum.
Semakin banyak orang yang membaca dan memahami isinya, semakin kuat pula citra Berau sebagai daerah yang kaya akan warisan berharga, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya untuk generasi mendatang (*).
















