Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Bupati Ultimatum Tenaga Medis Perbaiki Layanan Kesehatan Masyarakat

×

Bupati Ultimatum Tenaga Medis Perbaiki Layanan Kesehatan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

“Tentu ada sanksi-sanksi yang akan diberikan apabila terbukti ada kelalaian, ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Bupati

TANJUNG REDEB – Bupati Sri Juniarsih Mas keluarkan ultimatum kepada tenaga medis terkait kayanan kesehatan di masyarakat, sebab pelaynan yang baik akan membuat masyarakat semakin nyaman.

Example 300x600

Hal ini merespon polemik pelayanan IGD 24 jam di Puskesmas Gunung Tabur yang sempat mencuat, langkah cepat diambil setelah muncul dugaan kelalaian penanganan medis yang mengakibatkan seorang pasien anak meninggal dunia.

Bupati Sri menyebut kasus ini sebagai bahan evaluasi besar, dan ia menyatakan pemerintah daerah tidak akan main-main dengan urusan nyawa manusia, terutama karena Berau sedang berjuang mempertahankan status Kabupaten Layak Anak.

Dirinya mengakui adanya celah pelayanan yang harus segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang di fasilitas kesehatan mana pun.

Selain soal teknis medis, bupati juga menyentil persoalan administrasi BPJS Kesehatan yang sering kali menjadi penghambat warga saat butuh pertolongan cepat. Ia meminta seluruh puskesmas 24 jam untuk tetap siaga tanpa mendahulukan urusan administratif jika menghadapi kondisi gawat darurat.

Sosialisasi alur klaim BPJS juga akan diperkuat agar masyarakat paham kapan harus ke UGD dan bagaimana mekanisme rujukan yang benar tanpa terbebani biaya tambahan.

“Tentu ada sanksi-sanksi yang akan diberikan apabila terbukti ada kelalaian, ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Bupati.

Saat ini, hasil pemeriksaan mendalam dari Dinas Kesehatan masih ditunggu oleh bupati untuk menentukan langkah hukum atau administratif selanjutnya.

Bupati Sri Juniarsih berkomitmen untuk transparan dalam menangani kasus ini demi memulihkan kepercayaan publik terhadap mutu pelayanan dasar di tingkat kecamatan.

“Ini menjadi warning keras bagi kami semua dan seluruh tenaga kesehatan agar lebih sigap dan profesional,” tutupnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *