“Sampah yang terkumpul sebagian besar berupa plastik kemasan makanan dan minuman, serta sampah organik lainnya” kata Helmi
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mengungkap gunungan sampah menjadi “warisan” malam pergantian tahun di Kabupaten Berau, tercatat sedikitnya 7 ton sampah berhasil diangkut dan dibersihkan usai perayaan Tahun Baru 2026.
Kepala DLHK Mustakim Suharjana melalui Plt Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah, dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) DLHK Berau, Helmi menerangkan sampah tersebut tersebar di berbagai titik keramaian, khususnya di wilayah Kota Tanjung Redeb yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat malam tahun baru.
Kawasan Tepian Ahmad Yani dan Tepian Teratai menjadi dua lokasi utama berkumpulnya warga untuk merayakan pergantian tahun.
Ia menyebutkan bahwa sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah plastik dan sampah organik dari aktivitas masyarakat.
“Sampah yang terkumpul sebagian besar berupa plastik kemasan makanan dan minuman, serta sampah organik lainnya” kata Helmi.
Ia menjelaskan, khusus di kawasan Tepian Ahmad Yani dan Tepian Pulau Derawan, volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 2 ton. Meski demikian, Helmi mengapresiasi sebagian masyarakat yang sudah mulai membuang sampah pada tempat yang disediakan.
“Sekitar dua ton berasal dari kawasan tepian, dan sebagian warga juga sudah membuang sampah ke TPS maupun bak arm roll terdekat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, DLHK Berau memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama momen perayaan Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah kabupaten mencapai sekitar 7 ton.
“Jika dihitung dari seluruh TPS dan bak arm roll, totalnya kurang lebih tujuh ton,” ungkap Helmi.
Untuk menangani lonjakan sampah tersebut, DLHK Berau menurunkan sekitar 150 personel, yang terdiri dari petugas penyapu jalan dan petugas pengangkutan sampah. Pembersihan dilakukan sejak dini hari agar kawasan kota kembali bersih dan nyaman.
“Di kawasan Tepian Ahmad Yani dan Tepian Pulau Derawan, kami turunkan petugas khusus dengan armada truk compactor untuk menyisir sisa sampah,” tutupnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kawasan tepian di Tanjung Redeb mulai kembali bersih pada Jumat pagi ini, meskipun aktivitas pembersihan masih terus berlangsung di sejumlah titik (*).
















