“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama demi menjaga bumi untuk generasi mendatang,” ujar Bupati

TANJUNG REDEB – Timbulan sampah di Kabupaten Berau masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius, meskipun kualitas lingkungan hidup daerah terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2024, timbulan sampah di Kabupaten Berau mencapai 54.568 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 67,67 persen telah berhasil dikelola, sedangkan sisanya masih memerlukan penanganan yang lebih optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau untuk terus memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama demi menjaga bumi untuk generasi mendatang,” ujar Bupati.
Menurut Sri Juniarsih, Kabupaten Berau memiliki posisi strategis sebagai daerah yang kaya akan hutan tropis, kawasan pesisir, serta keanekaragaman hayati yang tinggi. Potensi tersebut menjadikan Berau memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, baik di tingkat regional, nasional, maupun global.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat berbagai program pembangunan berkelanjutan. Program tersebut meliputi pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan, perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi, pengurangan emisi gas rumah kaca, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Bupati juga mengajak dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menilai, berbagai langkah sederhana dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, menanam pohon, menghemat energi dan air, menjaga kebersihan sungai, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, Sri Juniarsih optimistis Kabupaten Berau mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan hidup yang terus mengalami peningkatan (*).
















