Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Andalkan VSAT Untuk Atasi Blankspot, Usulan BTS Belum Ada Kepastian

×

Andalkan VSAT Untuk Atasi Blankspot, Usulan BTS Belum Ada Kepastian

Sebarkan artikel ini

“Pada 2023 kami mengusulkan pembangunan BTS ke Kementerian Komunikasi dan Digital. Ada yang terlaksana, tetapi ada juga yang tidak,” ujar Rahmatia

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Harapan sejumlah kampung di Kabupaten Berau untuk terbebas dari wilayah tanpa sinyal internet atau blankspot hingga kini belum kunjung terwujud.

Pembangunan puluhan menara Base Transceiver Station (BTS) yang sempat dijanjikan terealisasi pada 2024 masih belum memiliki kepastian.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rahmatia, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah mengusulkan pembangunan 34 BTS kepada Kementerian Komdigi sejak 2023, namun, dari usulan tersebut, tidak seluruhnya dapat direalisasikan.

“Pada 2023 kami mengusulkan pembangunan BTS ke Kementerian Komunikasi dan Digital. Ada yang terlaksana, tetapi ada juga yang tidak,” ujar Rahmatia.

Untuk menindaklanjuti usulan tersebut, Diskominfo Berau kembali melakukan upaya pada 2024 melalui rapat koordinasi bersama Direktorat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) di Yogyakarta.

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk mengarahkan setiap kampung mengajukan proposal pembangunan menara BTS.

Menindaklanjuti arahan itu, sejumlah kampung di Kabupaten Berau kemudian menyampaikan proposal pembangunan BTS.

Namun, realisasi yang semula dijanjikan pada 2024 kembali tertunda. Rahmatia menyebut, penundaan itu disebabkan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.

“Padahal kami sudah diminta memasukkan proposal dan beberapa kampung sudah mengajukan. Setelah kami koordinasikan kembali ke kementerian, ternyata untuk sementara belum ada pembangunan, kami juga tidak tau mau menunggu sampai kapan,” katanya.

Seiring belum adanya kepastian pembangunan BTS, pemerintah pusat kemudian mengalihkan penanganan wilayah blank spot melalui program pembangunan jaringan internet berbasis Very Small Aperture Terminal (VSAT), yang dinilai membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan pembangunan menara BTS.

Di Kabupaten Berau, pemasangan VSAT telah mulai dilakukan pada 2025 dengan total kurang lebih 22 titik. Program tersebut hanya menyasar wilayah yang benar-benar belum memiliki akses internet dan tidak diperbolehkan dipasang di lokasi yang sudah memiliki jaringan internet mandiri maupun jaringan dari pemerintah daerah.

“Setiap kampung hanya boleh dipasang satu titik, itu pun di kantor kepala kampung. Mekanismenya tidak boleh ada jaringan ganda. Kalau sudah ada internet mandiri atau internet dari pemkab, maka pemasangan dibatalkan,” jelas Rahmatia.

Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, sebagian titik VSAT sempat dibatalkan karena lokasi yang ditetapkan ternyata sudah memiliki akses internet. Kondisi tersebut terjadi karena proses penentuan lokasi dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

“Pemasangannya dilakukan cukup terburu-buru. Akibatnya, sebagian lokasi yang ditetapkan justru sudah memiliki jaringan internet,” ujarnya.

Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, Diskominfo kemudian mengajukan permohonan relokasi titik VSAT melalui aplikasi Sipasti agar diarahkan ke wilayah yang benar-benar belum terjangkau jaringan internet (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *