Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Diskominfo Kesulitan Lacak ASN Yang Main Judi Online

×

Diskominfo Kesulitan Lacak ASN Yang Main Judi Online

Sebarkan artikel ini

“Kami tidak pernah tahu siapa yang main. Indikasi mungkin ada, tapi tidak bisa kami deteksi karena itu aktivitas personal,” ujar Didi

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Ditengah maraknya kasus judol yang terjadi di berbagai daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau memastikan seluruh aplikasi dan website milik Pemerintah Kabupaten Berau berada dalam kondisi aman dan bersih dari akses situs maupun web judi online (judol).

Diskominfo secara terbuka mengakui keterbatasan kewenangan mereka dalam mendeteksi atau melacak secara teknis siapa saja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab yang terlibat dalam aktivitas judi online tersebut.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab pada keamanan sistem dan aplikasi pemerintah daerah, bukan memantau perilaku individu.

Pengawasan terhadap ASN, menurutnya, dilakukan langsung oleh masing-masing dinas melalui atasan berjenjang.

“Kami tidak pernah tahu siapa yang main. Indikasi mungkin ada, tapi tidak bisa kami deteksi karena itu aktivitas personal,” ujar Didi.

Ia menilai keterlibatan ASN dalam aktivitas judol akan sangat merugikan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan kerja. Karena itu, Didi berharap seluruh ASN menjauhi praktik tersebut, mengingat larangan judi telah tertuang jelas dalam UU ASN.

Untuk tujuan pencegahan, Diskominfo Berau telah menggencarkan sosialisasi kepada seluruh jajaran melalui berbagai media, termasuk videotron, kanal resmi Pemkab, pesan berantai WhatsApp, hingga melalui apel rutin.

Upaya ini dilakukan untuk terus mengingatkan bahaya dan sanksi dari praktik judol.

Di sisi lain, Didi Rakhmadi menjamin keamanan aplikasi dan sistem yang berada di bawah pengelolaan Diskominfo. Ia menyebut bahwa tahun ini tidak ada situs berbahaya yang perlu diblokir, dan hasil Penetration Test (PENTEST) yang dilakukan pada Juli–Agustus juga menunjukkan kondisi sistem berjalan aman dan terproteksi.

“Alhamdulillah aplikasi pemerintah daerah aman. Yang lain kami tidak tahu, tapi yang kami kelola sudah dicek dan bersih,” tutupnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *