“Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap kejadian di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKP Kasiyono

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau bersama TNI, Polri, BPBD, BMKG, Manggala Agni, pemadam kebakaran, SAR, KPHP dan pemerintah kecamatan memperkuat koordinasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rapat koordinasi digelar di Kantor BPBD Berau untuk membahas kondisi cuaca, pemantauan hotspot, kesiapan personel, peralatan serta strategi penanganan karhutla.
BMKG menyampaikan, potensi karhutla di Berau dalam tujuh hari ke depan masih berada pada kategori tinggi.
Sebaran hotspot juga masih fluktuatif, dengan sejumlah titik terpantau di Kecamatan Pulau Derawan dan Segah. Meski demikian, berdasarkan citra satelit 11 Agustus 2026, belum terdeteksi sebaran asap signifikan.
Sejumlah kendala di lapangan turut menjadi perhatian, seperti sulitnya akses menuju titik api, keterbatasan armada dan peralatan, minimnya sumber air serta keterbatasan personel.
Kabag Ops Polres Berau AKP Kasiyono menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar setiap kejadian dapat segera ditangani.
“Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap kejadian di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKP Kasiyono.
Sebagai langkah antisipasi, disepakati pembentukan posko gabungan sesuai kebutuhan serta grup komunikasi lintas instansi untuk mempercepat penyampaian informasi dan pengerahan sumber daya.
Pemerintah berharap penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan tersebut mampu mempercepat respons sekaligus mencegah meluasnya karhutla di wilayah Kabupaten Berau (*).
















