“Perawatan tanaman kami lakukan secara rutin, dan setiap saat kami lakukan pengecekan di lapangan untuk memantau perkembangannya, tentu ini harus kita jaga hingga tanaman benar – benar dipastikan sudah maksimal” jelas Ramadiansyah
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Sejumlah petugas pertamanan DLHK melakukan perawatan tanaman di RSUD Tanjung Redeb di Jalan Sultan Agung, pada Selasa (2/12/2025) pagi sekitar pukul 08.00 wita.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala UPT Pertamanan Dan Pemakaman DLHK, Ramadiansyah dan membawa sekitar 10 personil ke lokasi, serta peralatan yang diperlukan seperti mobil tanki air, alat cangkul dan pupuk untuk pemupukan tanaman.
“Perawatan tanaman kami lakukan secara rutin, dan setiap saat kami lakukan pengecekan di lapangan untuk memantau perkembangannya, tentu ini harus kita jaga hingga tanaman benar – benar dipastikan sudah maksimal” jelas Ramadiansyah.
Seperti diketahui, Menjelang beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb di Jalan Sultan Agung, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) menggelar kegiatan penanaman pohon penghijauan, pada bulan Oktober lalu.

Ratusan bibit pohon ditanam di berbagai titik di area rumah sakit yang selesai dibangun beberapa waktu lalu, bibit pohon yang ditanam di area parkir, halaman rumah sakit serta teras lantai 2 rumah sakit adalah jenis pohon yang ditanam antara lain Ketapang kencana, Flamboyan, Bunga Kupu-kupu dan pucuk merah.
Ramadiansyah menyampaikan, penanaman pohon di lokasi RSUD baru ini dimaksudkan untuk menciptakan keteduhan, disamping juga menabung oksigen untuk masa depan, menurutnya, menanam pohon akan menghasilkan oksigen yang bisa mengurangi polusi akibat aktifitas manusia. Sementara tajuk pepohonan yang rindang akan melindungi siapa saja yang dari terik matahari.
“Dalam beberapa waktu ke depan, pohon yang kita tanam ini akan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diharapkan, melalui kegiatan ini kesadaran warga sekitar bisa bangkit dan bisa memahami arti pentingnya menjaga iklim mikro,” pungkasnya (*).
















