“Kabupaten Berau saat ini sedang bertransisi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata, yang kita harapkan mampu menopang ekonomi masyarakat,” ujar Bupati

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi daerah di tengah transisi dari ketergantungan sektor pertambangan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan hal itu saat membuka Rakor Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata 2026 sekaligus paparan draft final revisi RIPPARDA, Rabu (12/8/2026).
“Kabupaten Berau saat ini sedang bertransisi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata, yang kita harapkan mampu menopang ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian alam dan budaya.
Berau memiliki beragam potensi wisata, mulai Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, Labuan Cermin, Karst Merabu hingga wisata budaya dan perkebunan cokelat di Kelay.
Sri Juniarsih juga mengingatkan pentingnya memperhatikan carrying capacity atau daya dukung lingkungan, terutama di kawasan laut dan pesisir.
“Jangan sampai karena ingin mengejar pertumbuhan pariwisata dalam jangka pendek, kita justru merusak aset wisata yang menjadi kekuatan kita dalam jangka panjang,” tegasnya.
Selain wisata bahari, Pemkab Berau mendorong pengembangan ekowisata pedalaman seperti Karst Merabu dan Hutan Lindung Lesan yang dapat memperkuat narasi pariwisata bersama Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Ia juga meminta revisi RIPPARDA segera dituntaskan dan tidak berhenti sebagai dokumen formalitas, melainkan menjadi pedoman nyata dalam program, penganggaran dan pembangunan pariwisata.
“Rakor hari ini harus menghasilkan komitmen konkret, pembagian peran yang jelas, dan langkah kerja yang dapat segera kita tindak lanjuti. Mari kita bangun pariwisata yang ekonominya tumbuh, lingkungannya terjaga, budayanya lestari, masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya (*).
















