Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Maharani Lamongan Berau Siap Tampilkan Perpaduan Budaya Kalimantan Dan Jawa Di Berau Ethno Carnival 2026

×

Maharani Lamongan Berau Siap Tampilkan Perpaduan Budaya Kalimantan Dan Jawa Di Berau Ethno Carnival 2026

Sebarkan artikel ini

“Konsep yang kami tampilkan merupakan perpaduan budaya Kalimantan dan Jawa. Masing-masing karakter memiliki makna dan filosofi yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat melalui Berau Ethno Carnival 2026,” ujar Ali

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Paguyuban Maharani Lamongan Berau siap ambil bagian dalam Berau Ethno Carnival 2026 yang digelar Sabtu (26/9/2026). Membawa perpaduan budaya Kalimantan dan Jawa, paguyuban ini menyiapkan konsep pertunjukan yang sarat makna dan filosofi.

Ketua Paguyuban Maharani Lamongan Berau, Ali Suhartawan, mengatakan persiapan dilakukan dengan mengangkat enam karakter utama, yakni Garuda, Burung Enggang, Putri Bangsawan, Putri Keraton, Putri Jawa, dan Seniman.

“Konsep yang kami tampilkan merupakan perpaduan budaya Kalimantan dan Jawa. Masing-masing karakter memiliki makna dan filosofi yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat melalui Berau Ethno Carnival 2026,” ujar Ali.

Karakter Garuda menggambarkan sosok satria yang gagah dan berani dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Sementara Burung Enggang merepresentasikan kebesaran, kemuliaan, kesucian, kepemimpinan, kemakmuran, serta hubungan spiritual antara manusia dan alam dalam kepercayaan masyarakat Dayak.

Dari unsur budaya Jawa, Putri Bangsawan menggambarkan keanggunan, keagungan, kesucian serta nilai etika dan tata krama luhur.

Kemudian Putri Keraton membawa pesan tentang kehalusan budi, kesopanan, kesabaran, serta pelestarian nilai budaya.

Adapun Putri Jawa merepresentasikan kelembutan, tata krama, kebijaksanaan dan keteguhan jiwa dalam menjaga keharmonisan kehidupan.

Sementara karakter Seniman menggambarkan sosok yang menyampaikan ide dan makna melalui karya serta elemen visual.

Ali menjelaskan, seluruh karakter tersebut tidak sekadar ditampilkan sebagai kostum, tetapi menjadi bagian dari pesan budaya yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat.

“Kami ingin penampilan ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan dan nilai budaya yang bisa dikenalkan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Ali, keikutsertaan Paguyuban Maharani Lamongan Berau juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat pelestarian tradisi melalui kreativitas masyarakat.

Paguyuban Maharani Lamongan Berau menargetkan dapat memberikan penampilan terbaik pada Berau Ethno Carnival 2026.

Perpaduan budaya Kalimantan dan Jawa diharapkan menjadi salah satu warna dalam gelaran yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb tersebut (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *