Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Sudah Tiga Terpasang, Incinerator Self-Burn Solusi Atasi Masalah Sampah

×

Sudah Tiga Terpasang, Incinerator Self-Burn Solusi Atasi Masalah Sampah

Sebarkan artikel ini

“Ada dua unit tambahan baru, kita kasih di Merancang Ulu sama Labanan, karena disana siap dengan TPS-nya. Nanti mungkin TPS-TPS di sekitar kota, kita taruh alat-alat seperti itu,” ujar Mustakim

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Setelah sukses menerapkan teknologi incinerator self-burn atau pembakar sampah otomatis yang ramah lingkungan di TPST Tanjung Batu sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah, DLHK Berau menambah dua unit incinerator baru yang ditempatkan di Kampung Merancang Ulu dan Labanan.

Kepala DLHK, Mustakim Suharjana menjelaskan penempatan tersebut dilakukan karena kedua kampung tersebut dinilai telah siap dari sisi fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Ada dua unit tambahan baru, kita kasih di Merancang Ulu sama Labanan, karena disana siap dengan TPS-nya. Nanti mungkin TPS-TPS di sekitar kota, kita taruh alat-alat seperti itu,” ujar Mustakim.

Ia menambahkan, penerapan incinerator ini diharapkan menjadi solusi baru dalam pengelolaan sampah, khususnya di tingkat kampung, karena dinilai lebih efisien, tidak membutuhkan bahan bakar maupun listrik, serta menghasilkan asap yang sangat minim.

“Selain itu, sisa pembakaran berupa abu masih dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan, sehingga tidak sepenuhnya menjadi limbah,” terangnya.

Penggunaan incinerator menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan volume sampah yang selama ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dengan pengelolaan langsung di tingkat TPST atau kampung, sampah diharapkan tidak lagi menumpuk dan membebani TPA.

Ia menegaskan, dari sisi lingkungan, teknologi incinerator yang digunakan telah memenuhi standar baku mutu yang berlaku. Gas hasil pembakaran telah melalui proses sehingga tidak mencemari udara di sekitar lokasi pengelolaan sampah.

“Kami memilih alat ini karena ramah lingkungan, tidak memerlukan bahan bakar dengan teknologi selfburner atau pembakar sampah mandiri, jadi bahan bakarnya sampah itu sendiri” terangnya.

Pihaknya pun telah melakukan uji baku mutu pelepasan udaranya yang sudah memenuhi standar, sehingga nantinya abu pembakaran dapat dibuat untuk paving block yang bisa bermanfaat untuk perbaikan fasilitas jalan dan lainnya.

“Harapan kami kedepan, alat seperti ini bisa dipasang ditiap desa atau kampung” pungkas Mustakim (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *